RSS

Klasifikasi Skripsi jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

PENDAHULUAN

Penelitian atau riset adalah terjemahan dari bahasa Inggris research, yang merupakan gabungan dari kata re (kembali) dan to search (mencari). Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa research adalah berasal dari bahasa Perancis recherché. Intinya hakekat penelitian adalah “mencari kembali”. Adapun pengertiannya Penelitian adalah suatu penyelidikan atausuatu usaha pengujian yang dilakukan secara teliti, dan kritis dalam mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan menggunakan langkah-langkah tertentu.

Salah satu contoh penelitian yang sering dilakukan dalam dunia pendidikan khususnya diperguruan tinggi adalah skripsi. Apa yang muncul dikepala kita jika mendengar kata Skripsi? Mendengar kata-kata skripsi banyak hal yang langsung muncul dikepala kita, mungkin yang muncul adalah penelitian, sarjana, kuliah, semester akhir, lulus kuliah dan lain sebagainya. Skripsi memang erat sekali hubungannya dengan dunia pendidikan terutama perguruan tinggi, bahkan skripsi merupakan syarat mutlak yang wajib dilakukan untuk mendapatkan gelar sarjana di perguruan tinggi.

Teknologi pendidikan adalah bidang ilmu yang memiliki misi besar dalam memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja yang menggunakan pendekatan sistemati dan sistemik (menurut AECT, 2008). Melihat misi yang masih terlalu luas, maka di Universitas Negeri Jakarta, jurusan Teknologi Pendidikan dibagi menjadi tiga konsentrasi/peminatan yaitu konsentrasi media pembelajaran, pengelolaan pembelajaran serta teknologi kinerja. Dari ketiga konsentrasi diatas, sudah banyak sekali dihasilkan skripsi-skripsi yang berhubungan dengan misi besar teknologi pendidikan menurut AECT 2008 tersebut. Penelitian di ketiga konsentrasi tersebut banyak menghasilkan penelitian tentang pengembangan produk, evaluasi, pelatihan atapun penelitian tindakan kelas.

Untuk menghindari agar penelitian yang sudah pernah dilakukan tidak dilakukan kembali, maka kita perlu mengetahui gambaran peta skripsi di jurusan Teknologi Pendidikan. Untuk mengetahui gambaran peta skripsi di jurusan Teknologi Pendidikan, maka penulis melakukan survey mengenai jenis penelitian apa saja yang ada di jurusan Teknologi Pendidikan khususnya pada konsentrasi media pembelajaran. Survey ini dilakukan juga agar penulis mengetahui penelitian apa yang masih jarang dilakukan ataupun yang sering dilakukan oleh alumni, agar calon penulis skripsi nanti dapat menjadikan ini sebagai ukuran atau pedoman agar mereka dapat mengeskplor pengetahuannya lagi dalam melakukan penelitian ataupun menyusun skripsi, serta tidak melakukan lagi penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.

Data yang kami kumpulkan melalui studi pustaka, yaitu mengambil sampel berupa skripsi-skripsi di jurusan Teknologi Pendidikan UNJ dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2007-2012). Berdasarkan data yang kami diperoleh ada sekitar (berapa buah) buah skripsi dari ketiga konsentrasi. (berapa buah) skripsi tersebut masing-masing terdiri dari (berapa buah) skripsi tentang media pembelajaran, (berapa buah) skripsi tentang Pengelola Program Pembelajaran, dan (berapa buah) Skripsi tentang Teknologi Kinerja. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini akan disajikan hasil pengolahan data jenis skripsi yang telah ditulis oleh alumni di jurusan Teknologi Pendidikan.

PEMBAHASAN

Khusus untuk konsentrasi media pembelajaran, banyak sekali skripsi-skripsi baik dari penelitian pengembangan, evaluasi, pemanfaatan media ataupun jenis penelitian lainnya yang sudah dihasilkan oleh mahasiswa teknologi pendidikan.

Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Educatikan pada tahun 2007, on Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke –20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.

Penulis sudah melakukan pengumpulan data kumpulan skripsi mahasiswa teknologi pendidikan berkonsentrasi media pembelajaran. berikut akan penulis lampirkan rinciannya :

 
NO JUDUL SKRIPSI TAHUN NAMA PENELITI MASALAH PENELITIAN JENIS PENELITIAN ALASAN
1 Pemanfaatan web “forum TKJ” sebagai sumber belajar di SMK Negeri 22 Jakarta 2011 Sarah Lifdiana Bagaimana pemanfaatan web forum TKJ SMK N 22 JAKARTA sebagai sumber belajar siswa jurusan TKJ?

 

–          deskriptif eksploratif

–          Kualitatif

–          Lapangan

–          Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan informasi mengenai status gejala pada saat penelitian dilakukan, menggambarkan apa adanya tentang suatu gejala atau keadaan.

–          Peniliti ingin mengukur sejauh mana efektifitas pemanfaatan web “forum TKJ” sebagai sumber belajar di SMK Negeri 22 Jakarta

–          Peniliti melaksanakann penelitiannya di SMK 22 sebagai penelitiannya

–          Peneliti mencari informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan

2 Evaluasi media CAI (Computer Assisted Instruction) mata pelajaran biologi kelas x produksi pustekom 2011 Edi Ruchiyat Apakah produk pembelajaran yang dihasilkan pustekom efektif untuk pembelajaran? –          Kualitaif

–          Penelitian evaluasi

–          Sebab peneliti ingin melihat kualitas media CAI mata pelajaran biologi yang di produksi Pustekom dengan karakteristik CAI yang efektif

–          Sebab ingin mengevaluasi kualitas media CAI yang dibuat oleh pustekom

–          Peneliti mencari informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan

3. Pengembangan  modul elektronik  sebagai sumber belajar untuk matakuliah multimedia design 2011 Ananda Gunadharma Bagaimanakah produk pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan asil belajar terhadap matakulliah multimedia design? –          pengembangan karya inovatif

–          penelitian lapangan

–          Karena bertujuan untuk menghasilkan dan mengembangkan sebuah produk

–          Karena penelitian tersebut dilakukan untuk mengadakan percobaan dan penyempurnaan pada media yang dibuat

–          Karena menjadikan IDS sebagai objek penelitian

4. Pengembangan video pembelajaran sains (sifat kehantaran panas dari berbagai benda) untuk siswa kelas VI Sekolah Dasar  2011  Yusri Bagaimanakah produk pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan asil belajar terhadap mata pelajaran IPA? –          Pengembangan

–          Kualitatif

–          Memberikan gambaran yang menyeluruh tentang bagaimana mengembangkan sebuah video pembelajaran

–          Menciptakan suatu produk guna mengatasi permasalahan yang diteliti

–          Peneliti mencari informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan

5. Pengembangan komik berwarna sebagai pembelajaran sejarah sekolah menengah pertama kelas 3 2009 Riana Maulana –          Kurangnya minat membaca siswa terhadap buku pelajaran sehingga dapat menyebabkan lemahnya wawasan dan pemahaman siswa terhadap suatu bidang ilmu

–          Kebanyakan buku pelajaran sejarah disajikan secara tekstual, minim ilustrasi, dan desain yang sederhana

–          Pengembangan

–          Kualitatif

–          Mengembangkan produk pembelajaran berupa komik bewarna

–          Peneliti mencari informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan

6. Pengembangan video pembelajaran untuk pengenalan fotografi digital 2007 Bayu mahesa subagdja –          Kurangnya pemahaman atas berbagai fitur dan kecanggihan yang dimiliki oleh kamera digital membuat para pembelajar cenderung lebih menyukai pemakaian kamera analog dalam proses pembelajaran –          Pengembangan

–          Kualitatif

–          Penelitian bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan sebuah prototipe media video yang mempunyai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai secara spesifik dan terukur.

–          Peneliti mencari informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan

7. Pengembangan Video pembelajaran tentang seni melipat kertas (Origami) 2007 Endah Tri Utami –          Media yang terbatas dalam matakuliah motorik halus pada materi origami

–          Buku origami masih kurang memenuhi rasa ingin tahu dan memperdalam keterampilan origami mahasiswa

–          Mata kuliah motorik harus memiliki subtopic yang terlampau banyak namun waktu pengajaran sangat sedikit

–          Pengembangan

–          lapangan

–          dikatakan pengembangan sebab peneliti mengembangkan sebuah produk berupa video yang berfungsi untuk menanggulangi masalah yang dihadapi oleh mahasiswa PAUD

–          Peneliti menjadikan PAUD FIP UNJ sebagai objek penelitian

Dari hasil pengumpulan data mengenai data kumpulan skripsi mahasiswa teknologi pendidikan berkonsentrasi media pembelajaran, maka akan di gambarkan melalui grafik seperti ini :


Berdasarkan diagram diatas dapat disimpulkan bahwa dari tujuh skripsi yang diambil datanya secara acak dapat disimpulkan terdapat 2 skripsi yang dikeluarkan pada tahun 2007, satu skripsi tahun 2009 , dan yang terbanyak yaitu pada tahun 2011 sebanyak 4 skripsi.

Dari 7 skripsi tersebut mempunyai jenis penelitian yang berbeda-beda, penggambarannya dapat dilihat pad grafik berikut :


Dari diagram diatas dapat disimpulkan bahwa jenis penelitian media yang paling banyak digunakan dalam skripsi mahasiswa teknologi pendidikan yaitu jenis penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan mempunyai data sejumlah 5 skripsi dan setara dengan jenis penelitian kualitatif. Penelitian pengembangan merupakan penelitian dimana mahasiswa membuat suatu produk kemudian di evaluasi kualitasnya apakah dapat meningkatkan hasil belajar siswa SD/SMP atau target atau belum. Di setiap skripsi mahasiswa tidak hanya memakai satu jenis penelitian saja tetapi bisa lebih dari satu dilihat dari tujuannya, ragamnya, tempatnya dan lain sebagainya.

KESIMPULAN

Begitu pentingnya seorang mahasiswa mengklasifikasikan atau mengkategorikan skripsi-skripsi yang sudah dibuat oleh kakak kelas mereka. Mengapa demikian? Hal ini dimaksudkan agar tidak adanya kesamaan judul atau masalah dalam membuat skripsi.

Skripsi yang sudah dibuat oleh mahasiswa teknologi pendidikan khususnya konsentrasi media pembelajaran umumnya skripsi berjenis pengembangan. Penelitian pengembangan merupakan penelitian dimana mahasiswa membuat suatu produk kemudian di evaluasi kualitasnya apakah dapat meningkatkan hasil belajar siswa SD/SMP atau target atau belum.

Dengan adanya pengklasifikasisan in diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk mencari judul skripsi ataupun masalah yang akan diangkat untuk dijadikan penelitiannya, khususnya mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 26, 2012 in Uncategorized

 

Research on Computer Based Learning (CBL)

Pendahuluan

Penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian.Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.

Banyak penelitian awal tentang komputer di sekolah-sekolah yang menggunakan replikasi mengalami kesalahan terhadap studi perbandingan media sebelumnya (Clark, 1985). Studi cenderung hanya berfokus pada “komputer” sebagai variabel bebas dan dengan demikian diasumsikan bahwa komputer itu sendiri entah bagaimana dapat mempengaruhi proses belajar.

Salah satu istilah yang sering ada terhadap penggunaan computer untuk pembelajaran yaitu CBL (Computer Based Learning). CBL saat ini menjadi istilah paling populer yang menggambarkan semua pembelajaran siswa yang berhubungan dengan komputer. Istilah ini dianggap lebih umum oleh beberapa orang, karena kata belajar lebih alami mencakup situasi di mana komputer digunakan sebagai alat/sarana dalam pendidikan, namun tidak memberikan informasi atau pembelajaran pada siswa. Dalam tulisan ini, CBL akan digunakan sebagai istilah yang paling umum menggambarkan aplikasi komputer di sekolah. Nah, untuk mengetahui bagaimana penelitian terhadap CBL ini marilah kita pelajari.

PEMBAHASAN

Terdapat lima istilah terhadap penggunaan komputer untuk pendidikan yaitu biasa dikenal dengan CAI (Computer Assisted Instrucsion), CBL (Computer Based Learning), CBE(Computer Based Education), CBI (Computer Based Instrucsion), CAL (Computer Assisted Learning).

Dari kelima istilah tersebut apakah perbedaan dan persamaannya ? berikut akan penulis sajikan persamaan dan perbedaan kelima istilah tersebut kedalam bentuk table :

Istilah Perbedaan Persamaan

CAI = Computer hanya dimanfaatkan sebagai alat bantu yang keberadaannya terprogram khusus untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Peran guru tidak semuanya dihilangkan dan komputer hanya beperan sebagai pendamping guru dalam menyampaikan materi. semua digunakan untuk menggambarkan aplikasi komputer dalam pendidikan

CAL = Computer hanya dimanfaatkan sebagai alat bantu yang keberadaannya tidak terprogram khusus untuk pembelajaran.

CBE = komputer sebagai sarana utama yang mengkomunikasikan materi pendidikan. Dalam CBE ditekankan pada kata educational yang berarti penjabarannya lebih luas dari pada instructional ataupun learning.

CBI = sebuah pembelajaran terprogram yang menggunakan komputer sebagai sarana utama yang mengkomunikasikan materi kepada siswa. Siswa dituntuk untuk lebih interaktif dalam memanfaatkan komputer untuk pembelajaran

CBL = menggunakan komputer sebagai sarana utama yang mengkomunikasikan materi kepada siswa namun keberadaanya tidak dirancang khusus untuk pembelajaran.

Persamaannya semua digunakan untuk menggambarkan aplikasi komputer dalam pendidikan

CBL saat ini menjadi istilah paling sesuai yang menggambarkan semua pembelajaran siswa yang berhubungan dengan komputer. Istilah ini dianggap lebih sesuai sebab CBL memiliki tujuan/program khusus yang sengaja di desain untuk pembelajaran.

Tahapan penelitian dalam CBL meliputi :

• PROBLEMS WITH THE RESEARCH

• CATEGORIES FOR CBL

• MAJOR REVIEWS

• STUDIES IN SPECIFIC AREAS

• DESCRIPTIVE STUDIES

• DESIGN ISSUES

• COST EFFECTIVENESS RESEARCH

Berikut akan dijabarkan penelitian mengenai CBL :

1. OTA (Office of Technology Assessment)

Masalah yang diteliti : Pada tahun 1988 OTA dalam laporannya yang berjudul Power On: New Tools for Teaching and Learning,menggambarkan keadaan penggunaan teknologi di sekolah-sekolah saat ini dan rekomendasi yang diberikan untuk penelitian dan usaha pengembangan di daerah tersebut (Porro, 1988).

Hasil : Laporan itu menyimpulkan bahwa meskipun teknologi interaktif baru tidak dapat berdiri sendiri dalam mengatasi permasalahan pendidikan di Amerika. Namun, teknologi interaktif baru telah memberikan kontribusi penting dalam perbaikan proses belajar, terutama dalam memajukan substansi dan proses pendidikan yaitu dengan membantu anak-anak memperoleh keterampilan dasar, sehingga mereka dapat memperoleh dan menerapkan pengetahuan selama masa hidup mereka.

Hasil penelitian menyimpulkan komputer memiliki kegunaan yang paling menjanjikan saat ini dalam dunia pendidikan, antara lain:

• Latihan dan praktek untuk menguasai keterampilan dasar.

• Pengembangan keterampilan menulis.

• Pemecahan masalah.

• Memahami konsep abstrak matematika dan ilmu pengetahuan.

• Simulasi dalam studi ilmu pengetahuan, matematika dan sosial.

• Manipulasi data.

• Akuisisi keterampilan komputer untuk tujuan umum, bisnis, dan pelatihan kejuruan.

• Akses dan komunikasi untuk populasi siswa yang belum terlayani secara tradisional.

• Akses dan komunikasi bagi guru dan siswa di lokasi terpencil.

• Individualized learning

• Cooperative learning.

• Manajemen kegiatan kelas dan pencatatan.

2. Henry Becker

Masalah yang diteliti : melakukan survey penggunaan komputer di sekolah-sekolah selama tahun 1980.

Hasil : Becker menyampaikan tiga kesimpulan yang ia dapat dari hasil penelitiannya, yaitu:

  • meskipun adanya kenaikan yang luar biasa dalam penyediaan perangkat keras dan lunak di sekolah. Namun, hanya sebagian kecil guru dan siswa yang menggunskan komputer dalam pembelajaran. Hambatan terbesar disebabkan oleh kurangnya pengetahuan guru dalam menggunakan komputer secara efektif dan tepat

  • Perangkat keras yang tersedia di sebagian besar sekolah tidak cukup untuk mendukung pembelajaran secara lebih kompleks.

  • Program pengolah kata merupakan kegiatan belajar pertama di sekolah USA yg menggunakan teknologi berbantuan komputer. Namun, program pengolah kata ini bukanlah suatu kegiatan pembelajaran menulis yg terintegrasi, melainkan hanya belajar tentang program pengolah kata itu sendiri. Program pengolah kata ini menjadi salah satu alat bantu dalam pembelajaran menulis.

3. Kulik, Bangert dan Williams (1983)

Masalah yang diteliti : satu studi memeriksa efek dari belajar berbasis komputer terhadap murid sekolah dasar, satu lagi terhadap murid sekolah menengah dan yang terakhir terhadap mahasiswa.

Hasil : menyimpulkan bahwa pendekatan komputer merupakan cara paling efektif untuk siswa sekolah dasar dan paling tidak efektif untuk mahasiswa

4. MD Robyler

Masalah yang diteliti : di bidang sikap, konten, jenis aplikasi, tingkat kelas dan jenis siswa.

Hasil :

  • Robyler menemukan bahwa efek dari penggunaan komputer yang tertinggi berada pada tingkat perguruan tinggi dan terendah pada tingkat sekolah menengah.

  • Tinjauan Robyler mengkonfirmasi laporan sebelumnya bahwa aplikasi komputer lebih efektif untuk mengajar matematika daripada membaca dan keterampilan berbahasa.

  • Robyler menemukan kecenderungan, yang telah dilaporkan sebelumnya, dalam penggunaan komputer agar lebih efektif bila digunakan oleh siswa dengan prestasi rendah.

5. Lehrer & Randle, 198

Masalah yang diteliti : perlunya lebih banyak kerja dalam efek kognitif dari bekerja dengan Logo dan bahasa pemrograman lainnya.

Hasil : Dengan demikian, variabel bebas dalam penelitian itu bukanlah “komputer,” melainkan adalah pendekatan khusus dalam menggunakan komputer.

6. Johnson, Johnson & Stanne, 1985

Masalah yang diteliti : Satu studi dibandingkan efek dari kerjasama, kompetitif dan tujuan individualistis terstruktur pada produk tulisan siswa.

Hasil : menunjukkan bahwa instruksi dengan bantuan komputer menawarkan kuantitas yang lebih besar dan kualitas prestasi dalam keseharian dan lebih mampu menyelesaikan masalah daripada komputer dibantu pembelajaran kompetitif atau individual.

7. Chen, 1986; Collis, 1985; Miura & Hess, 1983

Masalah yang diteliti : Perbedaan gender dalam penggunaan komputer, sikap, dan bakat juga telah menjadi area penting dalam penelitian bagi para peneliti dalam pembelajaran berbasis komputer.

Hasil :

  • Wanita cenderung setuju secara abstrak tentang kemampuan perempuan dengan komputer, tapi ketika ditanya tentang kemampuan mereka sendiri, mereka menilai diri mereka sendiri kurang dari cukup (Collis, 1985; Chen, 1986).

  • Betty Collis (1985) perbedaan jenis kelamin pada sikap terhadap komputer ternyata ada

  • Chen (1986) Dia juga melaporkan bahwa anak laki-laki lebih banyak memiliki komputer di rumah daripada perempuan.

  • Hess dan Miura (1985) menemukan bahwa dalam 23 program musim panas yang mereka pelajari, anak laki-laki kalah jumlah perempuan dengan rasio 3 banding 1 di tingkat sekolah dasar dan sekitar 4 sampai 1 pada tingkat sekunder

  • Chen (1986) menemukan bahwa lebih banyak orang tua membeli komputer kepada anak lelaki daripada anak perempuan. Setelah melakukan survei empat majalah komputer yang popular,

SARAN:

saran untuk penelitian lebih lanjut.

Robyler menyarankan bahwa kedepannya penelitian dalam pembelajaran berbasis komputer harus berkonsentrasi pada:

  1. Aplikasi dalam berbagai keterampilan dan konten wilayah

  2. Aplikasi komputer dalam bahasa Inggris sebagai bahasa kedua (ESL

  3. Menggunakan pengolah kata (seperti Microsoft Word

  4. Kreativitas dan pemecahan masalah dengan Logo dan CAI

  5. Efek dari penggunaan komputer pada sikap dan tingkat drop-out

  6. Perbedaan efek dari penggunaan komputer pada pria dan wanita

Chen menganjurkan:

  • Memperhatikan lebih dekat dengan proses pengaruh sosial yang memengaruhi perempuan

  • Menggunakan subjek-materi kursus dalam bahasa Inggris, matematika, sains, sejarah, dan mata pelajaran lain untuk memperkenalkan komputer. Menghindari pemrograman sebagai paparan awal

  • Menekankan aplikasi komputer (grafis, database, telekomunikasi) untuk mendorong lebih banyak partisipasi perempuan

  • Memperluas penggunaan komputer di sekolah menjadi “aplikasi dunia nyata”

Dari beberapa saran untuk penelitian lebih lanjut yang diungkapkan oleh para peneliti, manurut pandangan penulis kesemuanya baik dan bisa dipakai untuk sekarang, tapi sebenernya bukan media yang menjadik tolak ukur untuk peningkatan pembelajaran namun bagai mana media tersebut dikemas sedemikian rupa berdasarkan tujuan pembelajaran. Media yang baik adalah media yang ada.

Sumber:

Wikipedia

EDUCATIONAL TECHNOLOGY: Review of the Field By Michael Simonson 2003

Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2064028-komputer-sebagai-media-pembelajaran/#ixzz1tM53fA78

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2012 in Uncategorized

 

Efektifitas pemanfaatan Group facebook untuk kegiatan Pembelajaran pada matakuliah KSHP

a. Pendahuluan

Jika berbicara tentang teknologi, tentunya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Di jaman yang semakin modern ini Teknologi Komunikasi dan Informasi sudah berkembang denngan pesat. Sehingga tidak heran kalau pemanfaatan TIK sudah menjadi kebutuhan masyarakat, seperti di Indonesia. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan.

Salah satu TIK yang akhir-akhir ini mendominasi obrolan komunitas pengguna Internet di Indonesia yaitu Facebook. Facebook merupakan salah satu layanan jaringan sosial internet yang gratis dimana kita dapat membentuk jaringan dengan mengundang teman kita. Dan dari jaringan yang kita bentuk, kita dapat memperhatikan aktifitas mereka, mengikuti permainan/ join game yang direkomendasikan, menambahkan teman atau jaringan kita berdasarkan organisasi sekolah, daerah domisili kita, dan seterusnya. Bisa dibilang fasilitas untuk berteman dan membina kehidupan sosial benar-benar lengkap deh.

Disemester 096 ini, di jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, ada matakuliah yang memanfaatkan group facebook untuk pembelajaran. Nama matakuliah tersebut yaitu Kapita Selekta Hasil Penelitian atau biasa disingkat dengan KSHP. Matakuliah yang diajarkan oleh Prof Sitepu ini membahas mengenai penelitian pada jurusan teknologi pendidikan.

Strategi yang digunakan oleh prof Sitepu dalam pembelajaran melalui group facebook yaitu beliau selalu mempostkan pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan sebagai bahan diskusi mahasiswa. kemudian mahasiswa aktif mengomentari pertanyaan tersebut dan mencoba menjawab dengan memanfaatkan search engine pada internet.

Lalu apakah yang terjadi apabila facebook dimanfaatkan untuk pembelajaran? Apakah pengunaannya efektif, tidak membuang-buang waktu, mengganggu, ngerepotin, menyebalkan, tidak bermutu, dan hanya mencari-cari kerjaan saja? Bagaimanakah strategi pembelajaran yang efektif terhadap penggunaan Facebook tersebut?

Untuk itu penulis akan meneliti efektifitas penggunaan group facebook dalam pembelajaran pada mata kuliah KSHP dengan menggunakan metode survey. Peneliti juga sudah mengumpulkan respon mahasiswa KSHP mengenai efektifitas pemanfaatan group Faceboo dalam pembelajaran

b. Hasil

Penulis sudah melakukan pengumpulan data mengenai respon mahasiswa terhadap pemanfaatan group facebook dalam pembelajaran KSHP, Dari hasil pengumpulan data  mengenai respon mahasiswa KSHP terhadap pemanfaatan group Facebook untuk pembelajaran KSHP, maka akan di gambarkan melalui grafik seperti ini :

Data diatas menunjukkan bahwa dari 34 mahasiswa yang terdaftar dalam group KSHP Reguler semester 096 tahun ajaran 2012 terdapat 30 mahasiswa atau dalam persentase menunjukkan 88 % merespon pertanyaan yang diajukan dosen mengenai keberlangsungan pemanfaatan group facebook untuk pembelajaran KSHP, dan sisanya sekitar 12 % atau setara dengan 4 mahasiswa, tidak merespon pertanyaan tersebut.

Berdasarkan grafik diatas dapat disimpulkan bahwa 3 mahasiswa atau sekitar 10 % menyatakan pemanfaatan group facebook dalam pembelajaran di stop saja, 24 mahasiswa atau sekitar 80 %nya menganjurkan untuk tidak distop. Sisanya yaitu sekitar 10 % atau tiga mahasiswa lagi lebih memilih untuk bersikap netral.

Dari grafik diatas dapat dijabarkan sebagai berikut: 22 mahasiswa atau sekitar 61 % menjawab sebaiknya diadakan penjadwalan, 5 mahasiswa atau dalam hitungan persen berkisar 13 % menjawab lebih baik adanya feed back dari dosen. 5,56 % atau setara dengan 2 mahasiswa menyarankan sebaiknya diadakan kasifikasi topic, dan juga adanya evaluasi sebelum dilakukannya pemanfaatan group facebook untuk pembelajaran tersebut. Kemudian saran yang lainnya yaitu 3 mahasiswa atau 8 % menganjurkan perlunya dilakukan pendeadlinenan. Dan sisanya yaitu sekitar 3 % atau setara dengan 1 mahasiswa menyarankan sebaiknya diadakannya analisis kebutuhan dan diberitahukannya terlebih dahulu pembobotan nilai terhadap komentar mahasiswa yang menjawab diskusi tersebut.

c. Pembahasan

Berdasarkan data yang sudah peneliti ambil, 30 dari 34 mahasiswa menyayangkan apabila group tersebut di STOP. Mengapa? Karena pemanfaatan group facebook untuk pembelajaran KSHP tersebut tidak membuang-buang waktu, tidak mengganggu, dan tidak merepotkan mahasiswa. Pemanfaatan group facebook untuk pembelajaran juga merupakan sebuah inovasi  dalam pendidikan. Pemanfaatan group facebook sebagai diskusi matakuliah KSHP tersebut juga menjadi kebiasaan baru untuk mahasiswa Teknologi Pendidikan.

Dengan adanya pemanfaatan group facebook tersebut juga memberikan nilai tambah terhadap fungsi facebook itu sendiri. Pemanfaatan facebook ini juga terbilang cukup ekonomis karna tidak mengeluarkan banyak biaya.

Pemanfaatan group facebook untuk kegiatan diskusi, juga membuat mahasiswa menjadi lebih aktif lagi dalam mencari-cari sumber informasi-informasi mengenai topic diskusi yang diangkat sehingga dapat memperkaya pengetahuannya. Selain itu adanya kegiatan diskusi ini, membuat mahasiswa menjadi lebih komunikatif lagi dalam menyampaikan pendapatnya. Terlebih dengan adanya feedback dari dosen mengenai tanggapan yang dilontarkan mahasiswa menjadikan mahasiswa lebih semangat lagi dalam mengikuti kegiatan diskusi tersebut.

Lalu apa yang terjadi apabila pemanfatan roup facebook ini dihentikan? Apabila pemanfaatan group facebook ini dihentikan untuk pembelajaran KSHP mungkin mahasiswa tersebut tidak rajin dalam mencari-cari informasi mengenai penelitian, jarang berdiskusi, tidak aktif dalam mengelola pengetahuannya, dan pastinya buaya malas masih menghinggap di diri mereka.

Sebetulnya pemanfaatan group facebook ini dapat memaksa mahasiswa untuk selalu aktif, kreatif, dan inovatif dalam mengelola pengetahuannya. Terlepas dari nilai positif pemanfaatan group facebook dalam perkuliahan, pastilah diperlukan evaluasi. Saran dari mahasiswa terhadap pemanfaatan group facebook dalam kegiatan pembelajaran yaitu : sebaiknya diadakan penjadwalan kapan diskusi dimulai dan penetapan deadline pendiskusian terhadap suatu topic, sehingga mahasiswa bisa menyiapkan diri  dan semua dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan diskusi tersebut. Dan hal yang tidak kala pentingnya yaitu adanya transparasi bobot nilai dari jawaban yang ditanggapi oleh mahasiswa.

Sebagai tambahan ada baiknya apabila topic yang didiskusikan di group facebuk dapat diulas kembali saat kegiatan pembelajaran tatap muka.

d. Kesimpulan
Pemanfaatan group facebook untuk pembelajaran sudah cukup baik, karena mahasiswa mendapat banyak manfaat terhadap pemanfaatan tersebut, namun ada baiknya kalau pemanfaatan tersebut terlebih dahulu dianalisi kebutuhannya, dilakukan penjadwalan dan pendeadlinen suatu topic agar tidak menyulitkan mahasiswa yang jarang online. Dengan adanya penjadwalan tersebut diharapkan mahasiswa sudah dapat menyiapkan diri untuk aktif dalam kegiatan diskusi.
Saran : diperlukan analisis kebutuhan dan evaluasi prospek kedepan sebelum melakukan kegiatan pembelajaran

e. Daftar bacaan
http://tutorialinternet.wordpress.com/2009/01/01/apa-itu-facebook/
http://id.wikipedia.org
forum diskusi group KSHP di facebook

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 6, 2012 in Uncategorized

 

Tag: ,

PUBLIC SPEAKING GOES TO CAMPUS

mau jadi pembicara handal?

mau jadi public speaker ternama

nggak usah bingung

TEKNOLOGI PENDIDIKAN BEKERJASAMA DENGAN SPIN

mempersmbahkan

PUBLIC SPEAKING GOES TO CAMPUS

bersama :

ARCHAN sang PROVOKATOR

 


Hari : Kamis, 31 Maret 2011

Aula Perpustakaan Universitas negeri Jakarta

Pukul 09.00 WIB

HTM: FREE !!! *

CP : 08571918895

AYO JADILAH PUBLIC SPEAKER HANDAL !!!

*free bagi 100 pendaftar pertama, pendaftar selanjutnya di kenakan biaya Rp 5000

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 14, 2011 in Uncategorized

 

Komik Pembelajaran Kemerdekaan RI

Semester dua telah berlangsung, waktu itu ada mata kuliah “Komputer Grafis”, mata kuliah yang mengenalkan anak-anak TP UNJ untuk belajar desain grafis, seneng banget bisa ngerasain mata kuliah ini…

hhe
Read the rest of this entry »

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 16, 2011 in Uncategorized

 

awalan

huaaaaaaahhhhh

akhirnya bikin blog yang ke dua setelah blog pertama jarang di update dan lupa password….

hhe

Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 13, 2011 in Uncategorized